Belajar Investasi Part 3: Pilihan Investasi Bagi Anak Muda

Bagi anak muda, diusia 20-an bagi yang sudah bekerja biasanya bingung pake uang gajinya. Akhirnya uang gaji cuma numpang lewat. Daripada uang gaji hanya sekadar lewat, maka kita bisa mulai belajar buat menyisihkan uang gaji untuk berinvestasi.

1. Tabungan dan Deposito

depostito-manfaat-lebih

Investasi yang paling mudah adalah menabung. Meskipun bukan sepenuhnya produk investasi, tetapi menabung bisa menjadi sarana menuju investasi yang lebih besar. Menurut gue menabung masih aman untuk 3 tahun kedepan. Hanya saja tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan nilai uang itu sendiri menurun. Sebagai contoh kalau 3 tahun lalu kita punya uang 500 ribu kita dibandingkan nilai 500 ribu sekarang tentu berbeda. Nasi padang saja 3 tahun lalu masih bisa dibawah 10ribu. Sedangkan sekarang sudah berbeda. Artinya ada kenaikan harga yang jika kita pertahankan uang kita dalam bentuk ‘uang tabungan’ makin lama nilai nya menjadi turun.

Pendapat pribadi sih skip masalah bunga bank. Agak sensitif karena berbau agama nantinya.

Kalau punya uang lebih kita bisa mencoba deposito di Bank. Sekali lagi, deposito sendiri juga mendapatkan bunga di bank tiap bulannya. Orang seringkali membandingkan deposito sesuai dengan perbedaan bunga bank.

Kalau ingin menabung jangan mengharapkan bunga. Anggap saja kita menyimpan uang untuk digunakan dimasa depan. Kalau memang ingin dapat ‘imbal jasa’ dari tabungan atau deposito kita lebih kita menabung di bank syariah saja jangan di bank konvesional.

Gue sendiri pernah mencoba produk deposito online milik Bank Sinarmas. Aksesnya sangat mudah, hanya menggunakan internet banking. Bunga nya pun lumayan tinggi untuk kondisi saat ini, yaitu 7% untuk deposito diatas Rp 8 juta.

deposito-online-sinarmas

Sebagai perbandingan rate untuk deposito di Bank Mandiri lebih kecil dibandingkan dengan di Bank Sinarmas

suku-bunga-deposito-bank-mandiri

Umumnya bank swasta memliki keunggulan dengan memberikan rate suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan dengan bank pelat merah.

Ingin mencari suku bunga lebih tinggi?

BPR adalah salah satu solusinya. Tetapi kita harus berhati-hati memilih BPR yang sudah bekerja sama dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Bukan hanya karena tergiur dengan suku bunga BPR yang tinggi, ternyata besoknya BPR tersebut dilikuidasi. Tapi ingat, saat ini BI selalu rajin menurunkan tingkat suku bunga. Alhasil, suku bunga deposito di bank memiliki kecenderungan untuk turun.

2. Investasi Emas

Salah satu investasi yang bisa digunakan adalah emas batangan. Ya, emas batangan bisa jadi salah solusi investasi yang menarik. Harga emas yang cenderung bagus dan stabil serta cenderung naik bisa menjadikan emas sebagai investasi yang menarik. Pilihan investasi emas juga banyak pilihan :

  • Emas Batangan. Emas batangan dengan nilai 24 karat bisa Anda pilih dengan merk Antam di gerai-gerai yang menjual emas Antam atau di Pegadaian. Pegadaian juga menjual emas merk Antam dan merk Pegadaian sendiri. Setiap pembelian emas batangan harus dilengkapi sertifikat asli emas tersebut. Harga jual emas batangan yang bagus menurut gue sendiri ada di pegadaian, sebab dia bisa melakkukan pembelian sampai dengan 97% harga emas tsb.
  • Perhiasan Emas. Buat cewek nih, mereka biasanya lebih memilih membeli perhiasan emas dalam bentuk cincin, kalung, gelang atau anting-anting. Harganya pun bermacam-macam. Bisa disesuaikan dengan kadar emasnya. Harga perhiasan emas emang cenderung stabil tapi pendapat pribadi nih, perhiasan emas sebenarnya hanya sebagai prestise saja. Jadi kurang bagus untuk investasi.
  • Emas Berjangka. Emas berjangka ini adalah pembiayaan pinjaman emas yang dilakukan oleh Bank maupun Pegadaian. Kita ingin membeli emas 10 gram, tetapi tidak memiliki dana sebesar itu. Kita bisa mencicilnya dengan bantuan pembiayaan dari bank/ pegadaian. Sebelum cicilan kita lunas, emas tsb dititipkan di Pegadaian. Pendapat pribadi, kekurangan program ini adanya biaya administrasi dan ‘bunga’ yang dibebankan kepada nasabah sehingga cicilan kita lumayan bayak. Pihak bank/ pegadaian biasanya sudah memperkirakan kenaikan harga emas selama cicilan kita tersebut.
  • Tabungan Emas Pegadaian.

tabungan-emas-pegadaian

Adalah salah satu produk baru dari Pegadaian. Kebetulan gue sudah jadi nasabah Tabungan Emas Pegadaian. Produk tsb mirip dengan tabungan di Bank, hanya saja uang kita kemudian di konversi menjadi berat emas. Misalkan kita hanya memiliki uang sebesar 100 ribu dan kita ingin membeli emas. Nantinya uang 100 ribu akan dikonversi menjadi emas, sesuai dengan Harga Emas saat itu. Harganya akan berubah sesuai jam kerja dan biasanya harganya berubah jam 10 pagi. Tabungan Emas ini simple dan tidak ribet. Hanya saja kita masih harus nabung ke Pegadaiannya langsung (bukan transfer via bank) dan ketika ingin mencetak logam emasnya harus di cabang pembuka rekening tersebut.

3. Reksadana

reksadana

Bagi yang suka mengambil risiko, reksadana adalah salah satu alternatif investasi yang memiliki risiko mulai dari rendah sampai risiko tinggi. Bagi yang memiliki dana simpanan lebih, dan ingin mengambil risiko investasi kita bisa memilih Manajer Investasi reksadana. Ada banyak Manajer Investasi, baik yang sudah bekerja sama langsung dengan bank, maupun Manajer Investasi pihak ketiga. Danareksa, adalah salah satu manajer investasi dari BUMN yang sudah memiliki segudang pengalaman mengelola investasi reksadana. Untuk list perusahaan reksadana di Indonesia, teman-teman bisa mencoba melihatnya di situs Bareksa atau dari situs OJK. Gue sendiri sudah punya reksadana tapi  dengan nilai nominal yang kecil karena agak khawatir dengan nilai reksadana yang cenderung fluktuatif. Kalau memang ingin melakukan investasi jangka panjang (diatas lima tahun) reksadana bisa menjadi pilihan yang baik karena nilai reksadana dalam lima tahun terakhir cenderung naik.

Terdapat beberapa pilihan produk reksadana secara umum :

  • Reksadana Pendapatan Tetap. Bagi yang menginginkan keuntungan dengan risiko rendah, pilihan reksadana dengan produk pendapatan tetap bisa menjadi pilihan investasi yang baik. Biasanya instrumen investasi produk ini dilepas dalam produk deposito, obligasi, SUN (Surat Utang Negara), sukuk (obligasi syariah) dan sebagainya.
  • Reksadana Saham, Pasar Uang. Bagi yang ingin risiko tinggi bisa mencoba pilihan instrumentasi saham maupu pasar uang. Kedua instrumen ini memang cenderung fluktuatif sehingga risiko yang didapat adalah untung atau rugi (profit and loss) dengan margin yang bisa lumayan besar.
  • Reksadana Campuran. Instrumen investasi campuran menggabungkan investasi pendapatan tetap dan saham atau pasar uang. Risiko profit and loss yang didapat lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap tetapi tidak sebesar reksadama saham/ pasar uang murni.
  • Reksadana Syariah. Bagi yang ragu terhadap instrumen investasi konvensional, bisa mencoba reksadana syariah. Produk ini tentu saja sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah dan pilihan instrumentasi berbasiskan syariah.

Salah satu contoh kinerja produk reksadana milik Sinarmas bisa dibuka disini. Untuk melihat produk-produk milik Panin Asset Management bisa cek disini. Itu hanya contoh gambaran kinerja reksadana. Untuk lebih lanjut bisa googling produk-poduk investasi milik Manajer Investasi yang lain.

4.Obligasi

 Ada banyak pilihan obligasi. Umumnya obligasi yang ditawarkan ke masyarakat adalah obligas milik pemerintah. Beberapa jenis obligasi, diantaranya ada ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan Sukuk (Obligasi berbasis syariah). Pembayaran bunga atau imbal hasil (syariah) obligasi biasanya berdasarkan jumlah kupon yang kita miliki disana.

taufikagungw-sign

Taufik Agung Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *